jump to navigation

TESIS

UNIVERSITAS INDONESIA

EVALUASI TENTANG KEMUNGKINAN PENERAPAN PRINSIP SYARIAH PADA PENGELOLAAN PORTOFOLIO INVESTASI DANA PENSIUN XYZ

TESIS

SUHERI

NPM : 0706192672

FAKULTAS PASCA SARJANA

PROGRAM STUDI TIMUR TENGAH DAN ISLAM

JAKARTA

DESEMBER 2008


RINGKASAN EKSEKUTIF

Dana Pensiun Pemberi Kerja adalah Dana pensiun yang didirikan oleh Perusahaan Pendiri untuk mengelola portofolio investasi bagi kepentingan dana pensiun karyawannya. Sampai dengan tahun 2005 jumlah aktiva bersih Dana Pensiun sebesar 63.5 Triliun di mana 84% diantaranya berasal dari Dana Pensiun Pemberi Kerja.

Dari dana tersebut, belum ada Dana Pensiun Pemberi Kerja yang mengelola portofolio investasinya sesuai dengan syariah. Padahal di antara peserta yang termasuk di dalamnya ada yang melontarkan keinginan agar dana pensiunnya dikelola secara syariah. Selain itu besarnya dana yang dikelola menggambarkan pula besarnya peluang dana yang dapat dikelola secara syariah yang akhirnya dapat menumbuhkan sektor ekonomi syariah. Namun, peluang keinginan ini bisa terhambat karena masih adanya kekhawatiran dari beberapa pihak akan kecilnya hasil yang dapat diberikan oleh portofolio syariah dibandingkan dengan portofolio konvensional di samping risikonya juga tidak lebih baik, demikian pula kekhawatiran ini terjadi pada Dana Pensiun XYZ.

Dengan latar belakang ini maka yang jadi masalah dalam penelitian ini adalah seharusnya Dana Pensiun Pemberi Kerja XYZ sudah memiliki portofolio investasi dana pensiun yang menggunakan konsep Syariah, sedangkan kenyataannya belum ada disebabkan adanya dugaan kinerja portofolio yang diinvestasikan secara syariah hasilnya lebih buruk daripada bila portofolio diinvestasikan dengan konsep konvensional. Dengan demikian perlu dilakukan penelitian untuk menjawab kekhawatiran tersebut kemudian hasil ini digunakan untuk menentukan investasi portofolio secara syariah atau tidak. Sehingga yang jadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah apabila pengelolaan investasi secara syariah dilakukan hasilnya tidak lebih buruk daripada pengelolaan investasi secara konvensional dari sisi hasil investasisnya, baik manfaat ekonomi maupun nilai falahnya

2. Apakah dengan instrumen syariah yang tersedia saat ini berdasakan batasan yang diperkenankan untuk Dana Pensiun oleh KMK 511/KMK.06 tahun 2002 cukup memenuhi kebutuhan pengelolaan investasi dana pensiun XYZ dalam melakukan diversifikasi investasi, sehingga risikonya tidak lebih besar daripada pengelolaan investasi secara konvensional.

Dengan tujuan:

1. Mengetahui perbandingan hasil pengelolaan portofolio dana pensiun yang menggunakan konsep syariah dengan pengelolaan portofolio dana pensiun yang menggunakan konsep konvensional, baik dari sudut manfaat ekonomi maupun nilai falahnya.

2. Mengetahui tingkat risiko portofolio dana pensiun yang dikelola menggunakan konsep syariah pada instrumen-instrumen yang tersedia sesuai dengan batasan KMK 511/KMK.06 tahun 2002 dibandingkan dengan tingkat risiko portofolio yang menggunakan konsep konvensional.

Dengan adanya penelitian ini diharapkan diperoleh manfaat:

1. Baik pengurus maupun pendiri dan mitra pendiri mendapatkan jawaban tentang hasil dan risiko portofolio investasi yang menggunakan konsep syariah sehingga diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran untuk membentuk portofolio syariah

2. Hasil ini akan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan bagi Pendiri dalam membentuk portofolio investasi yang menggunakan konsep syariah pada Dana Pensiun XYZ.

3. Dapat merupakan benchmark bagi setiap lembaga pensiun DPPK untuk mendapatkan jawaban tentang langkah apa yang sebaiknya dapat dilakukan untuk memenuhi keingian seorang karyawan muslim yang ingin mempunyai tabungan pensiun yang sesuai dengan syariah.

4. Selain itu diharapkan para pengelola dana pensiun mendapatkan kajian ilmiah tentang pengelolaan investasi dana pensiun secara syariah.

Penelitian ini dibatasi pada periode Januari 2006 sampai dengan Agustus 2008 pada Dana Pensiun XYZ dengan mengacu pada portofolio konvensional. Adapun metodologi penelitian yang akan dilakukan adalah dengan membandingkan portofolio investasi konvensional dengan portofolio investasi syariah baik dari segi manfaat ekonomi mapun Nilai Falah yang didapatkan serta membandingkan risikonya. Penelitian pun dilakukan dengan melihat kinerja dari masing-masing portofolio menggunakan Sharpe Ratio. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. Dana pensiun yang dikelola dengan mengikuti pengelolaan investasi secara syariah hasil investasinya tidak lebih buruk daripada dikelola secara konvensional, baik dari sudut manfaat ekonomi maupun nilai falahnya.

2. Risiko investasi dana pensiun pada instrument syariah yang ada dan sesuai dengan batasan yang diperkenankan oleh KMK 511/KMK.06 tahun 2002 tidak berbeda dengan risiko jika diinvestasikan secara konvensional.

Dari hasil pengujian terhadap hipotesis antara kedua portofolio investasi baik portofolio investasi konvensional mapun portofolio investasi syariah jika yang dilihat adalah manfaat ekonomi yang dihasilkannya, tidak terlihat perbedaan yang sigfnificant. Hasil perhitungan signifikansi ini tidak hanya dari sudut Hasil portofolio, melainkan juga dari deviasi standar dan perhitungan Sharpe Ratio-nya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengelola portofolio investasi secara syariah tidak perlu dikhawatirkan akan memberikan hasil yang lebih jelek. Pembuktian ini juga terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh Mufaniri (2008 ) atas instrumen syariah, yang menyimpulkan bahwa obligasi syariah dan obligasi konvensional tidak mempunyai perbedaan yang significant di dalam return atau tingkat pengembaliannya, seperti halnya juga hasil penelitian Wahdy yang menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang significant antara obligasi syariah dan obligasi konvensional. (Wahdy dalam Mufaniri, 2008).

Ternyata pada semua instrumen yang diteliti sebelumnya semakin menguatkan bahwa kehkhawatiran akan hasil yang lebih buruk memang tidak perlu terjadi, bahkan hasil instrumen syariah bisa lebih baik. Dalam Huda (2007) secara umum disimpulkan bahwa saham-saham yang termasuk dalam kelompok JII memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal return yang diberikan dan dari segi risiko relatif lebih rendah dibandingkan dengan saham-saham kelompok non-JII (Huda, 2007). Demikian pula hasil temuan Toni (2004, p66) ) yang melakukan pengukuran kinerja secara langsung maupun pengukuran kinerja tertentu dikaitkan dengan risiko yang dihadapi antara JII, LQ45 dan IHSG menunjukkan bahwa kinerja rata-rata return harian, mingguan, dan bulanan indeks JII sedikit lebih baik dari indeks lainnya (p66). Pada penelitian Handaka (2004) pun ditemukan bahwa hasil perbandingan kinerja dengan menggunakan performance single index dan multiple index memperlihatkan keunggulan dari Reksa Dana Syariah dibandingkan Reksa Dana Mawar (konvensional). Demikian pula pada instrumen deposito, pada penelitian dalam penentuan portofolio yang optimal antara syariah dan konvensional, didapatkan bahwa alokasi portofolio deposito mudharabah yang optimal bagi PT Asuransi Syariah A menghasilkan rata-rata return bulanan walaupun lebih kecil dari return portofolio deposito konvensional PT. Asuransi Konvensional B, untuk semua skenario kebijakan yang dipilih, namun dari segi risiko, portofolio deposito mudharabah memiliki tingkat deviasi standar atau risiko yang jauh lebih baik dibandingkan deposito konvensional untuk periode waktu antara 2001 sampai Desember 2002.

Jadi jelaslah dari hasil penelitian ini beserta penelitian-penelitian sebelumnya semakin kuat kenyataan bahwa antara portofolio syariah dan konvensional bila dilihat manfaat ekonominya, perbedaan yang terjadi tidaklah significant, bahkan dalam banyak hal terlihat bahwa hasil ataupun risiko yang diperoleh pada instrumen investasi syariah terlihat lebih baik daripada instrumen-instrumen konvensional.

Sementara untuk perhitungan Nilai Falah, terlihat portofolio syariah lebih baik, demikian juga jika dilihat kinerjanya dengan menggunakan Sharpe Ratio. Tentunya ini merupakan suatu kelebihan yang tidak akan didapatkan jika dana dikelola pada portofolio yang tidak sesuai dengan syariah. Dengan ini terbukti bahwa menginvestasikan dana pensiun pada instrumen syariah sesuai dengan Firman Allah pada Surat Al-Baqarah ayat 261 akan memberikan nilai falah yang lebih besar bagi peserta daripada jika diinvestasikan pada portofolio konvensional. Nilai ini merupakan nilai ibadah yang memberikan kenyamanan bagi seorang muslim dengan adanya tujuan hidup yaitu falah yang dimaknai sebagai keberuntungan jangka panjang, dunia dan akhirat, sehingga tidak hanya memandang aspek material namun justru lebih ditekankan pada aspek spiritual.

Dengan demikian dari hasil penelitian ini kekhawatiran akan lebih buruknya hasil portofolio investasi syariah tidaklah perlu karena pada penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Bahwa bila pengelolaan portofolio investasi Dana Pensiun XYZ dilakukan secara syariah, dalam bentuk manfaat ekonomi secara statistik hasilnya tidak berbeda secara significant, bahkan secara absolut nilainya lebih besar daripada portofolio investasi konvensional. Sementara itu jika dilihat kinerja kedua Portofolio dengan pengukuran Sharpe Ratio untuk kedua portofolio jika ditinjau dari segi manfaat ekonominya, tidak terdapat perbedaan yang significant.

Sedangkan bila dilakukan perhitungan Nilai Falah atas kedua portofolio, hasil Porotofolio Invenstasi Syariah memberikan nilai falah yang jauh lebih besar. Demikian juga bila kinerja porotofolio dengan pengukuran Sharpe Ratio dilakukan atas Nilai Falah, hasil Portofolio Syariah jauh lebih besar daripada Portofolio investasi Konvensional.

Dengan demikian terbukti bahwa sesuai dengan Surat Al-Baqarah 261, nilai falah yang akan diterima oleh seorang muslim lebih baik daripada jika portofolio investasi dikelola secara konvensional.

2. Bahwa dengan menggunakan instrumen yang tersedia saat ini, dengan batasan-batasan yang diperkenankan untuk Dana Pensiun oleh KMK 511/KMK.06 tahun 2002 dan rambu-rambu syariah yang harus diikuti sesuai Fatwa DSN, instrumen investasi syariah yang ada cukup memenuhi kebutuhan pengelolaan investasi Dana Pensiun XYZ dalam melakukan diversifikasi investasi. Di mana risiko pada portofolio investasi secara syariah tidak berbeda secara significant dengan risiko pada portofolio investasi konvensional. Sehingga risikonya tidak lebih besar daripada pengelolaan investasi secara konvensional.

Pada penelitian ini lebih lanjut disarankan agar:

Dana Pensiun XYZ melakukan pembedaan pengelolaan portofolio investasi antara yang dilakukan secara syariah dengan yang konvensional, sehingga dapat memberikan nilai falah yang lebih besar kepada seorang peserta muslim yang jadi peserta Dana Pensiun XYZ yang menginginkan dana pensiunnya diekelola secara syariah.


ABSTRAK

Nama                   : Suheri

Program Studi : Timur Tengah dan Islam

Judul             : Evaluasi Tentang Kemungkinan Penerapan Prinsip Syariah Pada Pengelolaan Portofolio Investasi Dana Pensiun XYZ

Banyaknya lembaga keuangan yang sesuai dengan syariah telah memudahkan seorang muslim untuk menjalankan syariah, namun bagi yang memiliki dana pensiun yang dikelola oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) kekafahan belum bisa terwujud, karena belum ada yang mengelola portofolionya secara syariah.

Adanya kekhawatiran bahwa hasilnya lebih jelek daripada hasil portofolio konvensional, menyebabkan belum ada yang memutuskan untuk mengalokasikan dana pensiun yang dikelola secara syariah saja.

Melalui penelitian ini, dengan melakukan perbandingan antara hasil dan risiko pengelolaan portofolio investasi secara konvensional yang dilakukan oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja XYZ dengan pengelolaan portofolio investasi secara syariah, diperoleh jawaban bahwa kekhawatiran tersebut tidak perlu ada, karena baik hasil maupun risiko di antara kedua portofolio tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang significant, demikian pula jika yang diuji adalah kinerja kedua portofolio melalui penghitungan Sharpe Ratio, bahkan dari segi hasilnya secara absolut portofolio syariah lebih baik.

Selain itu, portofolio investasi yang dijalankan secara syariah, sesuai dengan firman Allah, jika dibelanjakan di jalan Allah akan memberikan ganjaran atau berkah sebanyak 700 kali. Jika nilai falah yang dibandingkan, maka selain nilai ekonomi yang didapatkan diperoleh pula nilai berkah. Nilai Falah di portofolio syariah lebih baik daripada Nilai Falah portofolio konvensional. Hal ini menunjukkan bukti seperti yang difirmankan Allah pada surat Al-Baqarah ayat 261.

ABSTRACT

Name : Suheri

Study Program : Timur Tengah dan Islam

Title : Evaluation Of The Probability In Implementing Sharia Priciple at Dana Pensiun XYZ’s Investment Portofolio

A growing Financial Institutions that comply with sharia principle make a moslem easy to implement sharia principle in their life. However, for moslem whose pension fund managed by Employer Pension Fund, the objective for kaffah in applying sharia principle still can not be achieved, since there are no Pension Fund Institution that manage their portfolio in fully comply with sharia principle.

Worrying of less return from a sharia managed portfolio compared to a conventionally managed portfolio, Employer of Pension Fund Institution decided not to allocate big portion of the portfolio to be managed in a fully comply with sharia principle.

This study will observe the return and risk of the portfolio which is conventionally managed and the one which is managed in a sharia way in XYZ Pension Fund. It was found that the concern should not be existed. Since the return and risks, have no significant differences. Similar finding is also found when sharpe ratio calculation is employed. Interestingly, in an absolute value the return of sharia managed portfolio gives a slightly better result than conventional one.

In addition, sharia portfolio as in icluded in Al-Quran, Al-Baqarah 261, Allah says that if belonging is spent in Allah ways, Someone will get return or berkah 700 times of the spending amount. If Falah Value for both portfolio are compared, someone will not only get economic value but also berkah value. Therefore, the falah value of a sharia managed portfolio will give a far better result than the conventionally managed one.

اختصار

الاسم : سوهيري

الدراسات : الشرق الأوسط والعلوم الإسلامية

موضوع الرسالة : المحاسابية عن امكانية تطبيق الروحية الشرعية في مشروع استثمار

أموال المقعدين ق ي ز

لكثرة المؤسسات الأموالية التي توافق الروح الشرعي تسهل المسلم في تطبيق الشرعي, إلا أن المسلم الذي لديه الأموال التقعيدي التي قام بإشرافه لجنة معطي الاموال التقعيدي لم تسهل المسلم في تطبيق الروح الشرعي لأن اللجنة لم تعمل المشروع وفق الروح الشىعي.

ووجود شبهات أن نتيجة العمل بالشرعي تنتج الأسوء من العمل بالتقليدي يجعل المشروع لم تستطع أن تتطور و لم يطبقها شرعيا.

من خلال هذا البحث مع عمل المقارنة بين النتيجة ومخاطر عمل مشروع استثمار تقليدي التي قام بإشرافه لجنة معطي الاموال التقعيدي ق ي ز مع عمل المشروع الشرعي, يظهر الجواب أن شبهة العمل بالشرعي تنتج الأسوء من العمل بالتقليدي لم تظهر وذالك لأن المخاطر في كل من المشروعين المذكورين دلت على الفرق الشاسع, وكذالك إذا عومل الاختبارعلى المشروعين عن طريق الحساب الاقتصادي المعين وحتى من ناحية النتيجة عن المشروع المطلق فإن العمل بالشرعي أفضل.

وكذالك مشروع استثمار عن طريق شرعي فإنه موافق بكلام الله وذالك أن الأموال المنفقة في سبيل الله يضاعفه الله إلى سبع مئة ضعف, وإذا قورن بالفلاح فإن الحصول على ناحيتين فلاح اقتصادي والحصول على البركة ونتيجة الفلاح لمشروع الشرعي أفضل من العمل بالتقليدي وهذا دليل على صدق كلام الله في سورة البقرة آية 261.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: